Bojonegoro, Teropongdesa.com – Sekira pukul 15 30 WIB lapangan Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro – Jatim tampak begitu ramai dipadati ratusan warga. Nampak puluhan tenda berjajar berdiri di lapangan desa setempat, Selasa (16/7/2024).
Puluhan tenda yang berada di lapangan Nglumber adalah stand – stand Pameran Kearifan Lokal Pemberdayaan UMKM yang diselenggarakan Pemkab Bojonegoro yang diikuti seluruh desa di Kecamatan Kepohbaru.
Sementara itu, warga pengunjung pun sudah bersiap menyaksikan pembukaan Pameran Kearifan Lokal Pemberdayaan UMKM yang di buka langsung Nurul Azizah, Sekda Bojonegoro.
Kemudian warga pun satu persatu menyambut dan menyalami Nurul Azizah yang datang bersama rombongannya.
Pameran Kearifan Lokal Pemberdayaan UMKM yang difasilitasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga di hadiri seluruh Kades di Kecamatan Kepohbaru dan jajaran Forpimca Kepohbaru dan ratusan warga pengunjung dari berbagai desa.
Pameran yang dijadwalkan berlangsung 3 hari (Selasa- Kamis) ini menurut Sukaemi, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro,
bertujuan mendorong peningkatan UMKM naik kelas dan menggali potensi serta meningkatkan ekonomi kerakyatan.
“Kita berdayakan UMKM agar naik kelas dengan cara memunculkan dan menggali potensi yang ada di Kecamatan Kepohbaru ini,” ungkapnya.
Sementara itu Nurul Azizah, Sekda Bojonegoro yang mewakili Pj Bupati Bojonegoro, Ad riyanto menyampaikan, Pameran Kearifan Lokal ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menfasilitasi dan mendorong pengembangan UMKM naik kelas serta menggali potensi yang ada di wilayah desa.
“Pemkab peduli. Kita anggarkan dari APBD. Kita berikan fasilitas tempat gratis agar UMKM terdorong lebih berkembang dan maju dalam menggali potensi yang ada,” tegasnya.
Sekda menegaskan, sebelumnya Pemkab Bojonegoro juga menggelar Pameran Batik di Alun-alun Bojonegoro dan mendapatkan apresiasi luar biasa dari Dekranasda Provinsi Jatim. Bahkan sejumlah pengrajin batik mendapatkan orderan batik yang cukup lumayan.
“Jadi melalui pameran Kearifan Lokal ini jika ada produk unggulan dari masing – masing desa seperti yang disampaikan pak Kemi nantinya bisa dipamerkan di tingkat kabupaten,” tuturnya.
Selain itu Sekda Nurul menambahkan, selain fokus mengurangi angka kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, meningkatkan pendidikan dan penanggulangan kebencanaan, saat ini Pemkab Bojonegoro juga fokus meningkatkan kemampuan peningkatan pendapatan UMKM dan wisata. Menurutnya, pameran kearifan lokal ini masuk dalam kategori meningkatkan kemampuan peningkatan pendapatan UMKM.
“Dimana peningkatan kemampuan anggaran menjadi tugas kita bersama, utamanya dalam kemandirian fiskal. Nantinya menjadi penyambung, ketika DBH Migas di Bojonegoro berkurang. Karena DBH Migas kita ketahui produksi maksimal kemarin 235 ribu barrel per hari dan hari ini tinggal 147 ribu barrel per hari,” jelasnya.
Sekda berharap ada sisi kemandirian fiskal agar terjaga postur APBD Bojonegoro. Saat ini menurutnya Pemkab Bojonegoro sangat antusias melakukan peningkatan UMKM sebagai upaya kemandirian fiskal.
“Intinya ada peningkatan daya beli masyarakat,” tegas Nurul Azizah yang sedianya maju di Pemilukada 2024 sebagai Calon Bupati Bojonegoro dari jalur independan.
Pembukan Pameran Kearifan Lokal Pemberdayaan UMKM lebih meriah dan semarak lagi dengan adanya pagelaean Seni Tari dan Kesneian Berot yang disuguhkan siswa – siswi SDN 1 Nglumer (Nastain/red)






