Bupati Bojonegoro; RKPD 2026 Harus Dilakukan Secara Matang, Terintegrasi, Mampu Menjawab Kesalahan dan Tantangan Riil.

Pemerintahan1042 Dilihat

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar pemaparan rancangan akhir Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wabup Nurul Azizah dan Penjabat Sekretaris Daerah Andik Sudjarwo, pada Senin (28/72025).

Kegiatan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Kantor Pemkab Bojonegoro, dihadiri para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan para Camat se-Kabupaten Bojonegoro.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menekankan bahwa penyusunan RKPD 2026 harus dilakukan secara matang dan terintegrasi, serta mampu menjawab kesalahan dan tantangan riil yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, perencanaan yang baik harus berbasis pada permasalahan nyata dan memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Perencanaan harus benar-benar matang dan tidak boleh ego sektoral. Komunikasi menjadi kunci utama. Proses perencanaan harus melibatkan lintas OPD dan lintas sektor. Kita harus menyelesaikan masalah kemiskinan, mendorong peningkatan produksi pertanian, serta menghapuskan stunting,” tegas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti beberapa isu strategis yang menjadi fokus dalam perencanaan RKPD 2026, antara lain, penanggulangan kemiskinan, peningkatan produksi sektor pertanian, penghapusan stunting, penguatan ketahanan ekonomi di luar sektor migas, pengurangan kesenjangan ekonomi, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Bupati juga menggarisbawahi bahwa komunikasi lintas sektoral, penguatan keterampilan kolaboratif (merged skill), serta kemampuan untuk merevisi dan menyesuaikan perencanaan adalah elemen yang tidak bisa ditinggalkan dalam menghadapi dinamika pembangunan ke depan.

Sebagai penutup, Bupati Bojonegoro kembali menegaskan bahwa RKPD 2026 harus dirancang dengan pendekatan yang responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat, berbasis data dan analisis yang tajam, serta disusun dengan semangat kolaborasi antar seluruh elemen pemerintahan daerah.

Dengan penyampaian RKPD ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap dapat membangun sinergi lintas sektor yang solid dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro. (Prokopim/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *