Dukung Swasembada Pangan Nasional. Bupati Bojonegoro Siapkan Sektor Pertanian di Bojonegoro Lebih Maju.

Pemerintahan910 Dilihat

Bojonegoro – Serentak bersama 14 Provinsi se-Indonesia, Pemkab Bojonegoro turut mengikuti secara daring pelaksanaan Panen Raya Padi secara serentak yang dilaksanakan terpusat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dan dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto, pada senin pagi (07/04). Berlokasi di Jl. Monginsidi, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro bersama Forkopimda mengikuti dan meninjau langsung proses Panen Raya di areal persawahan seluas 400 hektar di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro.

Kegiatan itu sebagai upaya Pemerintah Pusat mewujudkan swasembada pangan nasional dan mimpi besar memiliki lumbung pangan nasional. Target itu dibutuhkan kerjasama dan sinergitas dari seluruh jajaran pemerintahan pusat, daerah hingga ke desa serta stakeholder khususnya Bulog sebagai pelaksana serapan gabah petani.

Pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas ekonomi dalam rantai distribusi pangan. Dan juga mengupayakan kemudahan akses bagi petani seperti benih, alsintan, pompanisasi, optimalisasi lahan, cetak sawah atau perubahan fungsi lahan kurang produktif untuk sawah baru, pupuk, harga pokok penjualan (HPP). Dan nantinya akan diupayakan irigasi untuk pengairan sawah.

Dalam upaya mendukung capaian swasembada pangan nasional, Pemkab Bojonegoro siap turut serta berperan aktif melalui sarana pertanian dan mensejahterakan petani. Diperkiranakan hasil panen padi diareal persawahan seluas 400 hektar di desa Sukorejo menghasilkan padi sebanyak 2.400 ton padi. Hasil tersebut tercatat masih sebagian dari total 1.500 hektar areal persawahan yang ada di Kabupateh Bojonegoro atau sekitar 9.000 ton padi.

Pada kesempatan itu, Setyo Wahono dan Nurul Azizah menaiki mesin panen padi modern (harvester) bersama dengan petani melakukan panen padi. Usai melakukan panen padi, Bupati Bojonegoro bersama Wakil Bupati Bojonegoro menyaksikan langsung pembayaran uang muka pembelian gabah kering panen dari Bulog kepada petani dengan harga Rp6.500 per Kilogram. Upaya pemerintah menetapkan HPP minimal Rp6.500 dirasa sangat memuaskan dan membahagiakan bagi para petani, sekaligus menjaga stok pasokan di gudang Bulog meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

Setyo Wahono, Bupati Bojonegoro merasa senang dapat menyaksikan langsung kondisi di lapangan terkait sektor pertanian di Bojonegoro dan dapat berinteraksi dengan para petani.

Menurut Bupati, sektor pertanian di Bojonegoro sejak dahulu adalah potensi besar untuk Kabupaten Bojonegoro sendiri. Ia ingin menjadikan salah satu titik fokus pembangunan Bojonegoro sebagai Lumbung Padi terbesar di Jawa Timur bahkan nasional. (Nastain/red)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *