Lestarikan Pagelaran Wayang Thengul. Pemkab Bojonegoro Gelar whorkshop
Bojonegoro – Sejumlah 53 seniman wayang thengul yang terdiri Dhalang, Pengrawit dan Sindhen mengikuti Workshop Pagelaran Wayang Thengul Bojonegoro Tahun 2025 di gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro pada Selasa (29/4/2025).
Kegiatan ini dibuka secara resmi Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Djoko Lukito, mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Dalam sambutannya pria yang juga penggemar wayang ini menceritakan pengalaman masa remajanya kala pertunjukan wayang thengul di desanya.
Sekitar tahun 80-an Dhalang wayang thengul yang terkenal, almarhum Ki Suratmin. Begitu mahir dan menarik cara memainkan wayangnya. Sehingga terasa setiap tokohnya seperti hidup. Pejabat kelahiran Desa Siwalan, Kecamatan Temayang ini berharap agar dengan adanya Workshop bisa muncul Dhalang – dhalang wayang thengul yang profesional, inovatif dan mampu membangkitkan minat maupun kepedulian masyarakat serta ketertarikan menonton pergelaran wayang thengul.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Welly Fitrama, dalam laporan sebelumnya menyampaikan kegiatan ini diharapkan bisa mengangkat wayang thengul pada tataran yang lebih tinggi, sebagai khazanah seni tradisional khas Bojonegoro.
Dengan alih wawasan dari para narasumber yang berkompeten di bidangnya diharapkan membawa dampak positif bagi peningkatan kapasitas dhalang, pengrawit dan sindhen wayang thengul di Kabupaten Bojonegoro sekaligus meningkatkan potensi ekonomi-kreatif di kabupaten bermandikan minyak ini.
Workshop yang direncanakan berlangsung selama dua hari (Selasa dan Rabu, 29-30 April 2025) menghadirkan empat orang sebagai narasumber, yakni Wijoseno Yuli Nugroho, dengan materi “Sejarah Pakeliran Padat, Garap Sanggit dan Bedah Naskah”, Setyaji membawakan materi “Garap Iringan”, Bambang Paningron Astiaji menyajikan “Tata Kelola Seni Pertunjukan”, dan Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Timur Ki Sinarto. selaku moderator juga menyampaikan pengalaman dan masukannya untuk pengembangan wayang thengul di Bojonegoro.
Salah seorang peserta dalang muda wayang thengul, Trio Wahyu Aji, mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya dan para pelaku seni wayang thengul Bojonegoro menyambut gembira adanya workshop semacam ini, dengan harapan agar keberadaan wayang thengul semakin diakui dan bergaung sebagai kekayaan Warisan Budaya Takbenda asal Bojonegoro,” ujarnya.
Setelah hari ini menerima materi dari para narasumber, selanjutnya para peserta di ajak mempraktikkan secara langsung bagaimana membuat inovasi iringan gamelan untuk wayang thengul, digabung dengan performa dalang dengan inovasi sanggit, yakni teknik kreativitas memainkan tokoh wayang. (heri/nas/red).






